Terawan Sedang Rawan

Terawan-sedang-rawan

Pembentukan Satuan Percepatan Tugas Penanganan COVID-19 Sembilan Provinsi oleh Presiden menjadi babak baru pekerjaan Luhut Binsar Panjaitan. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI ini malah menjadi penilaian baru tentang pengesampingan tugas Kementerian Kesehata yang dikomando oleh Terawan Agus Putranto. Sebagai menteri yang mendapat banyak sorotan kinerjanya, Terawan malah mendapat stigma nilai rapor D oleh masyarakat.

Merujuk pada dua edisi Koran Tempo yang situs ini langgan, Terawan telah berkali-kali menjadi headline pemberitaan. Mulai dari bercandaannya tentang penggunaan masker hanya untuk yang sakit. Hingga ruwetnya birokrasi pencairan dana serta serapan anggaran yang masih sedikit. Terawan dan satuannya yang memikul penanganan kedaruratan COVID-19 seakan dikesampingan untuk urusan yang urgensinya sama semenjak penunjukkan Luhut B. Panjaitan.

Spekulasi Merebak

Pemilihan Luhut B. Panjaitan memimpin sektor urgensi bidang kesehatan menimbulkan tanda tanya berbagai kalangan. Asumsi umum pertama mengarah pada nilai kinerja Kementerian Kesehatan RI yang dikomando oleh Terawan. Kementerian ini mendapatkan sorotan minus dari Presiden RI mengenai lambannya kinerja dan penyerapan anggaran dalam masa kedaruratan ini. Padahal Presiden RI telah mengucurkan tambahan-tambahan dana guna penanganan COVID-19.

Kinerja Terawan juga disindir secara implisit oleh Presiden RI pada saat evaluasi kinerja penanganan COVID-19 di Indonesia. Hal tersebut memunculkan tanda bahwa kepercayaan pemerintah kepada kinerja Terawan dan jajarannya menurun. Sehingga terjadilah sektor-sektor penanganan vital keperluan kedaruratan didelegasikan kepada menteri lain. Sayangnya asumsi ini tidak berhenti sampai pandangan positifistik tersebut.

Menarik Kembali Isu Reshuffel

Menarik kembali pada Rapat Terbatas pada Juni 2020 yang diselenggarakan oleh Presiden RI. Pada rapat itu sindiran non-frontal sangat terlihat menyudutkan kinerja Terawan dan jajarannya di Kementerian Kesehatan. Hingga paska rapat terbatas tersebut menyeruak menjurus pada isu resuffle kabinet. Namun sayangnya hingga kini isu tersebut seakan hanya menjadi gertak sambal.

Tinggalkan Balasan

×

Halo!

Klik salah satu kontak kami melalui Whatsapp Business atau surel admin@literansel.id

×