Teknologi Terbarukan: Membantu atau Mengintai?

Inovasi teknologi membawa dampak fundamental dan struktural pada segala ranah kehidupan manusia. Secara mendasar, habit atau kebiasan manusia didorong untuk berubah. Perubahan mekanis menuju otomatis adalah salah satu dampak dari sisi fundamentalnya. Bagaimana tidak, semua pekerjaan didorong untuk diotomasi dengan dasar argumen untuk mempermudah pekerjaan manusia.

Secara struktural, dampak teknologi membagi kelas-kelas manusia menjadi the haves dan haven’t. Hal tersebut dikarenakan untuk mendapatkan teknologi termutakhir, membutuhkan biaya yang lumayan banyak. Sehingga, teknologi untuk berbagai macam bidang, semisal kesehatan. Sebagai contoh skemanya, untuk mendapatkan tingkat angka harapan sembuh, perlu mengakses moda kesehatan yang memanfaatkan teknologi tingkat tinggi berbiaya tidak terjangkau.

Namun, bagaimana dengan teknologi yang kini permintaan masyarakat semakin banyak dan secara umum dapat dijangkau, baik harga maupun teknologi itu sendiri?

Dorongan Kepada Masyarakat untuk Mengkonsumsi Teknologi

Menggengam teknologi saat ini ada beberapa yang terjangkau untuk dimiliki sebagian besar masyarakat dunia. ‘Turun kasta’-nya teknologi tersebut salah satu faktornya disebabkan oleh people demand yang meninggi terhadap sebuah produk teknologi. Diantara deretan teknologi yang terjangkau tersebut, contoh saja ponsel pintar. Teknologi ponsel pintar tersebut semakin dibutuhkan masyarakat. Selain itu, teknologi tersebut adalah salah satu contoh konsep prosumer yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan ringan untuk dibawa.

Kemudahan prosesi produksi dan konsumsi melalui ponsel pintar menimbulkan budaya partisipatif masyarakat untuk keberlangsungan kehidupan digitalnya. Budaya partisipatif tersebut menyokong data-data atau tren yang kini disebut big data yang dapat dimanfaatkan siapa saja karena terbuka. Hal tersebut juga berdampak pada akses privasi untuk siapa saja dalam menjangkau apa saja.

Era Dimana Anda tidak Bisa Bersembunyi

National Geographic edisi Februari 2018 menyuguhkan banyak fakta yang berkorelasi dengan keterbukaan informasi pada era perkembangan pesat teknologi kali ini. Kini Anda dapat muncul dimana saja di dunia jejaring! Fakta ini disuguhkan dengan data dan fotografi yang unik khas majalah berbingkai kuning tersebut. Dimana salah seorang subjek yang disewa tim majalah untuk mendapatkan fakta bahwa kita semua dapat terlihat di dalam pantauan mata kamera yang terhubung jejaring.

Kemudahan akses ini secara positivistik dimanfaatkan pemerintah Inggris Raya selaku objek lokasi penelitian untuk mempermudah akses informasi apabila warga dalam keadaan darurat. Namun, secara kritis, apakah itu dibenarkan dalam ranah privasi? Sekali lagi, tim National Geographic menyajikan konten yang cover both sides bagai dua sisi mata koin. Subjek dapat diketahui dan dipantau dimanapun ia singgah, selama jaringan dan medium prosumer mendapatinya. Apakah ini akan menjadi sebuah kemajuan? Atau sebuah pengawasan ketat dalam sebuah dalih dampak di balik kecepatan inovasi teknologi informasi?

Tinggalkan Balasan