Menikmati Pola Monokromatik

Di dunia ini, tercorak berbagai macam bentuk patern dan gradien. Kedua jenis itu adalah pola yang dibentuk atas kesengajaan maupun ketiadaan goresan mahluk hidup. Jejak langkah, goresan (baik yang teratur maupun acak), dan bentukan merupakan faktor-faktor pengkonstruksi pola. Alam menyajikan pula pola alamiah yang secara abstrak terbentuk. Terlepas dari maksud dan tujuan pola itu dibentuk atau terbentuk, masing-masing memiliki fungsi yang kompleks.

Memahami patern dan gradien diawali dengan pewarnaan dasar monokromatik. Bagaikan dua bilah kutub yang berlawanan, monokromatik tersebut sangatlah kontras. Dalam hal ini berlawanan satu sama lain. Menggunakan bahasa sosial, mereka kontra satu antar lainnya, bukan berakulturasi atau bahkan berasimilasi membentuk perpaduan yang baru. Memang dapat berpadu, namun hanya menjadi sebuah abu-abu yang samar.

Kebebasan Berpola dalam Seni

Goresan pola semakin berkembang dan bervariasi ketika akal dan nilai seni manusia mulai meningkat. Peningkatan tersebut didasarkan pada kemampuan berpikir yang  mulai berkembang semakin beradab. Imaji manusia semakin berkembang terhadap pola. Hal itu berdampak pada kemapuan spasial atau ruang yang ikut berkembang. Kolaborasi apik gaya klasik dan kontemporer tersaji pada edisi Art in America bulan April 2018 ini.

Terangkum seni dalam sajian fotografi-fotografi unik karya para seniman ruang dan pola, diantaranya Ariel Goldberg, Vera Koshkina, William Smith, juga beberapa tulisan ulasan seni ala Steven Zultanski. Bagi kamu penikmat seni akan dimanjakan dengan konten-konten yang dipublikasi ini.

Tinggalkan Balasan