Implikasi Minat Baca Big Bad Wolf 2018

Waktu terus berputar. Tujuh hari sudah perhelatan akbar tahunan bazar buku impor berkualitas berlangsung. Big Bad Wolf 2018 yang terselenggara di Kota Surabaya ini menjadi surga para pegiat literasi, baik tingkat individu maupun komunitas. Big Bad Wolf 2018 kali ini masih bertempat seperti tahun, yaitu pada gedung Jatim Expo (JX) jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya.

BBWSurabaya2018 disediakan oleh http://www.provoke-online.com/

Cuci Gudang Buku Lawas Hingga Diskon Ganas

Ekspo ini berihwal dari cuci gudang bahan pustaka yang kali pertama diadakan di Kuala Lumpur pada tahun 2009. Awal mula konsep cuci gudang tersebut ternyata berdampak besar pada animo daya beli masyarakat. Mulai sejak itu, Big Bad Wolf kian gencar dilaksanakan pada tiap tahunnya. Berbagai jenis buku dijual di sana. Dari buku-buku anak-anak hingga buku-buku langka dan limited edition. Konsep Big Bad Wolf kini telah diluaskan menjadi pameran buku tingkat diskon 60% – 80%.

Pameran 264 Jam Nonstop

Event ini telah kali ketiga mengunjungi Kota Surabaya. Semenjak pertama kali dikenalkan pada 2016 silam, tingkat animo masyarakat terhadap buku impor meningkat. Terbukti dengan meningkatnya jumlah pengunjung dan pembeli yang berimplikasi pada penjualan bahan pustaka. Perhelatan kali ini ditambah menjadi 264 jam nonstop atau setara dengan 11 hari pameran buku.

Peningkatan Minat Baca

Perhelatan pameran buku Big Bad Wolf dan serupanya menjadikan salah satu alternatif metode dalam mendorong minat baca masyarakat. Secara implisit, jika dikaji secara ilmiah, penggunaan kata diskon atau hadiah akan merangsang masyarakat untuk bertaut di dalamnya. Sehingga, metode diskon besar-besaran yang disematkan pada pameran Big Bad Wolf dapat mempengaruhi kepeminatan masyarakat dalam menginvestasikan diri untuk membeli dan membaca buku atau bahan pustaka lainnya.

Tinggalkan Balasan