Mengimajinasi Sosok Drakula Ke Dunia Nyata

2019-Dracula-Bram Stoker

Mendengar atau membaca kata Vampir, akan menimbulkan bayangan mengerikan yang berkorelasi dengan sosok menakutkan dan misterius. Terbesit bayangan sesosok wajah gahar yang direpresentasikan budaya barat melalui produk budaya film-film dan bacaan sebagai penghisap darah. Wajah dengan seringai kejam dan buas. Taringnya yang tajam yang setiap saat mengincar darah segar para korbannya dengan meninggalkan luka berupa dua lubang kecil pada korban. Belum lagi kekuatannya yang tak terkalahkan kecuali dengan sebuah pancang kayu, salib, bawang putih dan peluru perak.

Representasi tersebut melalui saluran sinema dan bacaan dikonstruksi kuat menancap pada konsumernya. Di luar sana mungkin terdapat beragam kisah makluk penghisap darah yang ditulisakan menjadi sebuah buku. Namun bagi seorang kutu buku, saya yakin kisah Dracula milik Bram Stoker yang diterbitkan tahun 1897 adalah salah satu yang terkenal. Kisahnya pun ternyata berasal dari kumpulan catatan – catatann pribadi, surat, telegram bahkan potongan – potongan artikel yang saling terkait dan membentuk satu cerita yang mengarah pada satu sosok yang disebut sebagai Dracula.

Temuan Pengacara Sebagai Hulu Kisah Count Dracula

Jonathan Harker, seorang pengacara menuliskan kisah misteriusnya. Harker adalah seorang utusan yang diminta untuk membantu Count Dracula. Dracula dituliska oleh Harker sebagai sosok dingin, kejam, bengis dan licik. Harker juga menuliskan bagaimana ia nyaris dibuat gila oleh pria yang memiliki puri yang bernama Transylvania ini. Siapa pun pasti akan merasakan hal yang sama jika dijadikan tawanan rumah oleh pria yang nyaris tak dikenalnya ini, tanpa tahu maksud dan tujuannya. Apalagi nyaris mati di tangan tiga wanita yang sama culasnya dengan Count Dracula. Untung saja, sata itu nyawa Mr Harker tidak ditakdirkan untuk berakhir di tangan kawanan penghisap darah itu. Walaupun untuk lepas dari rasa takut dan trauma atas semua kejadian yang terjadi. Harker juga menuliskan catata saat ia dirundung rasa putus asa dalam mencari jalan keluar dari puri. Harker sempat masuk ke sebuah ruangan yang berisi banyak peti. Di salah satu peti itu ia mendapati Count Dracula berbaring dengan tenangnya.

Kisah kemudian beralih pada catatan seorang wanita bernama Mina Murray, tunangan Jonatan Harker. Di dalam catatan tersebut terdapat sebuah potongan artikel surat kabar yang menuliskan berita mengenai kejadian mengerikan yang menimpa seluruh awak Kapal Demeter, sebuah kapal Russia. Kapal tersebut dituliskan pada artikel tersebut sedang berlabuh di pelabuhan Whitby, Inggris. Dituliskan, tak satupun awak kapal yang selamat ketika berlabuh tersebut. Hanyalah seekor anjing yang selamat, melompat ke darat ketika kapal itu kandas. Sayangnya anjing itupun menghilang begitu saja. Ia tak ditemukan di daratan mana pun.

Beruntung catatan nahkoda kapal Rusia tersebut ditemukan. Catatan tersebut ditulis  dan disimpan dalam sebuah botol bagai surat kaleng. Dalam surat kaleng yang ditemukan nelayan lokal tersebut, dituliskan seorang anak buah kapal melihat ada seorang pria asing yang tinggi, kurus dan pucat pasi. Sayangnya tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai pria asing itu. Kini yang tersisa adalah peti – peti yang berisi tanah liat yang harus di antarkan ke suatu alamat. Namun tentu saja tak seorang pun dari para pengangkut itu yang mengetahui apa maksud pengiriman peti-peti tersebut. Tugas mereka hanyalah mengantar semua barang – barang itu sampai ke tujuan. Dari catatan – catatan dan surat itu ternyata tak hanya menyeberang melalui kapal laut, ada beberapa dari peti yang juga di kirim melalui kereta api dan ditujukan ke alamat yang berbeda. Diketahui bahwa peti-peti tersebut adalah peti yang sama yang ditemukan Harker di puri suram Transylvania.

Merepresentasikan Kengerian Dracula Luar dan Dalam

Sampul yang gelap dan suram memperkuat representasi menakutkan seorang Vampir atau yang budaya di Amerika Serikat disebut Dracula. Representasi tersebut seakan ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa setiap catatan dan surat–surat didalamnya yang membentuk cerita tentang Count Drakula ini sama suramnya.

Buku klasik yang tersohor kisahnya ini memerlukan banyak pengulangan membaca untuk memahami maksud-maksud yang tertuang. Lambatnya alur dan narasi penokohan yang dilontarkan terkadang sangat bertele-tele pada bagian awal, membuat pembaca perlu bersabar. Namun, memasuki bab pertengahan, kisah yang disampaikan menarik untuk diikuti.

Dari sisi Count Dracula sendiri, walau di bagian awal dan pertengahan direpresentasikan sebagai sosok yang mengerikan, apalagi melihat banyaknya korban yang berjatuhan, namun dibagian akhir ternyata sedikit kontraproduktif dengan kekacauan yang ditimbulkan oleh Dracula. Ia terkesan sangat mudah dimusnahkan. Bahkan tak ada perlawanan sama sekali. Representasi Count Dracula yang kuat dan menakutkan tiba – tiba menguap begitu saja. Tetapi, bagi para penggemar fiksi, buku Bram Stoker ini menarik untuk diikuti hingga tuntas.

Tinggalkan Balasan