Ketulusan Harianto Melayani Negeri dengan Literasi

Brigjen-Harianto-dan-Literasi

Mendengar nama Brigadir Polisi (Brigpol.) Harianto mungkin masih asing bagi khalayak luar pulau Sumatera. Komisaris berpangkat segitiga perak susun tiga ini adalah motor literasi di bilangan Kabupaten Tulang Bawang (Tuba). Brigpol Harianto bertugas dalam pengabdiannya pada satuan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtipmas) Polisi Sektor Lambukibang dengan memilih literasi sebagai pokok pekerjaannya. Seperti apa kisahnya? Yuk kita ulas.

Menilik Peluang Pengabdian Kerja

Pak Hari, sapaan Brigpol Harianto memulai pekerjaan sosial masyarakatnya semenjak bertugas sebagai Bhabinkamtipmas mulai tahun 2007. Kontemplasinya melirik peluang apa yang dapat dikerjakan guna memenuhi pokok fungsi pekerjaan baru pak Hari ini. Bapak tiga anak ini melirik peluang sekolah sepak bola untuk anak-anak pada mulanya.

Sekolah sepak bola menjadi pijakan awal perjuangan pak Hari guna mendorong anak memanfaatkan waktu luang dengan baik. Tim sepak bola ini diberi nama Indraloka Jaya Football Club. Mengingat banyak waktu luang anak-anak sepulang sekolah. Sekolah sepak bola ini juga bagian dari pemanfaatan lahan lapang pada wilayah Kabupaten Tulang Bawang. Ide ini diapresiasi dan saat ini masih berjalan dengan baik.

Peluang lain didapatkannya dari pengalaman kerja dari istrinya, Ulfiati, bapak tiga anak kelahiran Kabupaten Blora ini mengembangkan gagasan. Ide segar itu berasal dari kebutuhan istrinya sebagai pengajar untuk mendukung anak didiknya belajar sepulang bersekolah. Pak Hari lantas mengkorelasikan kebutuhan tersebut dengan tugas pokoknya pada satuan polisi. Maka terbentuklah gagasan pustaka keliling Motorpustaka Bhabinkamtibmas.

Pak Hari memanfaatkan kendaraan dinasnya untuk jemput bola mendatangi sekolah-sekolah dasar dan pendidikan anak usia dini (PAUD) di lingkup wilayah kerjanya. Pak Hari berkeliling juga sembari memberikan story telling kepada murid-murid yang didatanginya. Laki-laki kelahiran tahun 1981 ini juga memanfaatkan waktu istirahat masing-masing sekolah untuk digunakan sebagai waktunya membagikan buku dan menceritakan dongeng kepada anak-anak. Selain itu, pak Hari juga berkolaborasi dengan pelapak baca untuk mengedarkan koleksi bacaannya.

Bergerak Mengesampingkan Dana dan Akomodasi

Pak Hari adalah bagian dari satuan tugas polisi sektor Lambu Kibang yang telah menorehkan prestasi kerja. Prestasi itu diraihnya dengan menjadi pejuang literasi. Menjadi penggerak memiliki kesan tersendiri bagi pak Hari. Menggunakan dana sendiri dan ditunjang akomodasi kendaraan dinasnya, pak Hari dengan tulus menyebarkan kebaikan melalui kegiatan literasinya.

Termotivasi dari apa yang dijumpai istrinya, Pak Hari menekankan bahwa berjuang itu adalah rencana dan tindakan. Perihal akomodasi dan dana itu bisa diusahakan. Hal tersebut yang dijadikan rumus oleh pak Hari. Penghargaan yang tersemat adalah bonus baginya. Lebih utama adalah bagaimana anak-anak mengisi waktu luangnya dengan kegiatan positif dan membaca merupakan sebuah tujuan mulia. Salut!

Baca juga Mewarnai Dunia Literasi dengan Wadas Kelir

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

×

Halo!

Klik salah satu kontak kami melalui Whatsapp Business atau surel admin@literansel.id

×