Andy F. Noya: Kisah Hidupku

Andy Noya Kisah Hidupku-Robert Adhi KSP-2015-Poster

Andy Noya adalah seorang wartawan senior dan pemanadu acara  yang memiliki karakter yang unik dalam penyampaian materi. Andy terlahir sebagai Ambon – Belanda – Portugis ini, memiliki kisah yang mampu menjadikan semangat. Memiliki pengalaman ikut serta melawan Belanda pada 10 November 1945,  laki-laki dengan ciri khas potongan gundul ini hingga tahun 1960 hidu di kota Surabaya. Paras Andy yang khas sedikit keturunan Belanda tersebut menjadikannya bahan olok-olok temannya semasa tinggal di kota Pahlawan tersebut. Hal tersebut karena para temannya juga masih memiliki dendam yang kuat terhadap penjajahan kala itu.

Masa Kecil yang Prihatin

Andy Flores Noya mengalami masa kecil yang sulit. Pasca perpisahan orangtuanya, ia harus mengikuti ibu bersama dua saudarinya hidup berpindah-pindah. Hidupnya berpindah dari kontrakan ke kontrakan yang lainnya. Kesusahan hidup yang dijalani membuat ibunya harus bekerja keras hingga Andy sempat tumbuh menjadi anak  yang kurang mendapat perhatian orangtua. Akibat minus perhatian orang tuanya tersebut, Andy sempat masuk pada pergaulan yang menjadikannya sebagai anak nakal. 

Namun, berkat dorongan dari seorang gurunya semasa sekolah dasar, Andy menemukan semangat untuk menjadi penulis dan seorang jurnalis yang handal. Semangat Andy untuk menjadi seorang wartawan terus diperjuangkannya sekalipun ia menghadapi berbagai rintangan. Rintangan namun masih berlanjut. Sebagai siswa lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM), sulit bagi Andy untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Publisistik (STP). Meskipun banyak rintangan, kegigihan bersama ibunya, ia mampu meyakinkan pemimpin lembaga pendidikan, Ali Mochtar Hoeta Soehoet untuk menerimanya di sekolah tersebut.

Anda bisa memiliki pustaka ini dengan membelinya disini

Perjuangan orangtua, serta kakak-kakak Andy untuk menghidupi dan menyekolahkannya membuat semangatnya dalam mengejar pendidikan tidak pernah pupus. Meskipun sempat menjadi anak yang rajin  bolos dan enggan bersekolah, Andy yang tak pernah punya ijazah SD ini pernah loncat kelas dan mampu menyelesaikan sekolah menengahnya. Sulitnya ekonomi yang semakin menyesakan jiwa menyebabkan Andy tidak sampai menamatkan pendidikannya hingga sarjana pada jenjang STP. Tapi, hal itu tidak membuat cita-citanya pupus. Oleh karena kepiawaiannya dalam menulis yang terus diasah serta keikutsertaannya dalam penerbitan buku Apa dan Siapa Orang Indonesia yang diadakan Grafiti Pers, ia justru diterima oleh beberapa perusahaan penerbit seperti Tempo, Matra, hingga berlanjut ke Media Indonesia. Disitu juga Andy menemui jodohnya, Retno Palupi dan kini telah memiliki tiga orang anak.

Kiprah Hasil Jerih Perjuangan

Tak hanya di dunia media cetak, Andy Noya turut berkecimpung di dunia pertelevisian. Kepercayaan untuk memimpin Seputar Indonesia bersama Djafar Assegaff pernah didapatnya. Andy Noya juga dipercaya untuk untuk memimpin Metro TV hingga lebih dari sepuluh tahun. Selain itu, Andy juga pernah menjadi host program Jakarta Round Up kemudian Jakarta First Channel di Radio Trijaya selama lima tahun.

“Tidak perlu menunggu untuk bias menjadi cahaya bagi orang-orang di sekelilingmu. Lakukan kebaikan, sekecil apa pun, sekarang juga.” – Andy F. Noya

Meski telah menapaki karier yang gemilang, hal tersebut tidak membuat Andy cepat berpuas diri. Andy yang kini menjadi wakil pemimpin umum Media Indonesia, juga banyak beraksi sosial dengan mendirikan Kick Andy Foundation dan Yayasan Rama-Rama. Hal tersebut sebagai wujud baktinya untuk membantu masyarakat yang kekurangan. Selain itu, Kick Andy Foundation didirikan atas dasar inspirasi yang didapatkan ketika menampilkan narasumber orang-orang yang mengispirasi.

Buku Biografi yang Mendorong Andy Noya Bercerita Kisah Hidup

Sungguh tepat bujukan Robert Adhi KSP, seorang wartawan yang juga penulis buku “Panggil Aku King”, kepada Andy F. Noya untuk menuliskan kisah hidupnya dalam sebuah biografi. Melalui buku ini, banyak terungkap kisah hidup Andy yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh masyarakat termasuk penggemarnya, bagaimana pengalaman hidup yang luar biasa telah “menggembleng” mantan Pemimpin Redaksi Metro TV itu hingga menjadi sukses seperti sekarang. Tak sedikit dari kisahnya yang juga sangat menginspirasi pembaca.

Penggunaan sudut pandang orang pertama, membawa pembaca untuk membayangkan kehidupan Andy Noya pada setiap kisah. Pembaca dibawa untuk semakin jauh ke dalam cerita terlebih ketika Andy menceritakan masa kecilnya, “aku” membuat pembaca merasa seperti memang seorang bocah yang sedang bercerita. Cara pembawaan itu juga membuat pembaca seakan menjadi seorang anak kecil yang sedang mendengar cerita rekaan kawannya. Sehingga mudah dalam menangkap makna cerita yang polos.

Buku biografi ini menggunaan alur campuran. Pembaca tidak dibiarkan berlama-lama terhanyut pada keseruan masa kecil Andy yang menyenangkan – seperti kisah kunang-kunang, tiba-tiba pembaca dibawa ke dalam situasi yang menegangkan saat mendiang kakek Andy terbunuh pasca peristiwa G30S PKI. Ada sedikit permainan adrenalin yang membuat cerita semakin menarik. Hal lain yang tidak akan membuat pembaca bosan adalah ceritanya yang komplit, baik kisah yang sedih, senang, haru, jenaka, tegang, dan tentunya menginspirasi. Selain itu, para pembaca dapat menarik pengetahuan baru pada era masa perjuangan melalui sudut pandang kacamata Andy Noya.

Biografi ini perlu dibaca oleh siapa saja yang ingin mendapatkan sumber ilham yang sangat kaya dan impresif. Terutama yang bercita-cita menjadi jurnalis. Kehidupan seorang jurnalis tercermin dalam kehidupan kerja Andy. Perjuangan, semangat, dan prinsip hidup Duta Baca tahun 2009-2012 ini patut diteladani.

Tinggalkan Balasan