Literasi Musik Galeri Malang Bernyanyi

2018-Traveliterasi-Banner-Museum-Musik-Malang

Di tepi pintu masuk kota Malang, berjajar beberapa kompleks perumahan sebagai penyambut kehadiran. Diantara kompleks tersebut, terdapat sebuah kompleks yang di dalamnya ada sebuah rumah. Rumah ini unik, dengan ciri khas bangunan kuno. Pada rumah tersebut menjadi cikal-bakal berdirinya kantor redaksi majalah musik. Majalah tersebut bernama Aktuil. Usia Aktuil ketika aktif lebih dewasa daripada Rolling Stones Indonesia. Pada eks-kantor redaksi itulah, kini berdiri dengan unik blueprint Museum Musik Kota Malang atau yang lebih terdahulu dikenal dengan nama Galeri Malang Bernyanyi (GMB).

Galeri Malang Bernyanyi ketika massih menempati garasi berukuran 4X6 meter

Kota Malang Kota Heritage

Agaknya tidak berlebihan memberikan predikat kota Malang sebagai Heritage City. Sebab, masih banyak bangunan kuno dan bangunan bernilai historis yang masih dipertahankan oleh pemiliknya dan didukung oleh pemerintah kota Malang. Termasuk bangunan yang digunakan untuk menyimpan koleksi-koleksi musik GMB. Museum ini menempati bekas garasi berukuran 4X6 meter. Beruntung yang dikoleksi pada museum ini mayoritas adalah kepingan vinyl dan compact disk berisi rekaman suara. Sehingga dengan kapasitas ruang tersebut, tidak terlihat sumpek berjejal. Koleksi minor lainnya adalah beberapa barang-barang berkorelasi dengan musik yang dikontribusikan musisi dan masyarakat.

Keunikan khas Galeri Malang Bernyanyi

Kehadiran GMB tidak bisa terlepas dari Komunitas Pecinta Kajoetangan atau yang disebut dengan Kapeka. Kedua komunitas ini menjadi satu bagian tubuh kala diresmikan oleh Walikota Malang, Peni Suparto, pada 8 Agustus 2009. Dengan memanfaatkan ruang bekas garasi milik Hengki Herwanto tersebut, GMB dan Kapeka bermuara. Rumah dengan aksen kuno yang beralamat pada Jalan Citarum no. 17, Kota Malang ini visi pelestarian sejarah musik Indonesia disematkan. Melalui koleksi-koleksinya, Kapeka melalui GMB mencoba menyimpan romansa dan nilai historis dari rekaman-rekaman suara dan rilis-rilis kuno berkaitan dengan musik.

Tampak depan Museum Musik Malang

Inisiasi GMB untuk Museum Musik Malang

Galeri Malang Bernyanyi juga menginisiasi berdirinya Museum Musik Malang. Museum koleksi khusus musik satu-satunya yang ada di Indonesia. Koleksinya kini hampir menyentuh 6.700 kopi kaset, sisanya berbentuk vinyl dan CD. Semenjak memiliki ruang baru di Gedung Kesenian Gajayana di Jalan Nusakambangan, koleksi Galeri Malang Bernyanyi  terselamatkan oleh besarnya kapasitas ruang simpan gedung tersebut. Dengan merogoh kocek sebesar Rp 5.000,- pengunjung dapat beromansa menikmati suguhan-suguhan koleksi museum yang diinisiasi lengkap oleh Hengki Herwanto, Pongki Pamungkas, Agus Saksono, Lutfi Wibisono, Retno Mastuti, dan Rudi Widiastuti tersebut.

Tinggalkan Balasan