Beban Tafsir Kematian

Koran Tempo-Beban Tafsir Kematian

Memberi status kematian bagi orang meninggal dunia di rumah sakit kini memiliki tantangan tersendiri. Terlebih ketika masa pandemi COVID-19 ini. Kesulitan itu muncul kali pertama ketika terdapat warga yang meninggal disebabkan oleh virus penyerang pernafasan ini. Semenjak bulan Maret 2020, kematian dengan sebab apapun, akan ditangani dengan prosedur operasional standar penanganan jenazah COVID-19.

Susahnya Mempredikat Kematian Pada Masa Pandemi Ini

Kelahiran dan kematian adalah siklus kehidupan manusia. Siklus tersebut menjadi tantangan tersendiri dikala pandemi COVID-19 ini. Terlebih siklus kematian. Penyempitan definisi kematian akibat COVID-19 seperti yang diusulkan oleh Pemprov. Jawa Timur akan menyulitkan dan merepotkan penyelenggaraan pendataan.

Penyempitan status yang terbagi atas kematian komorbid dan kematian COVID-19. Apabila kematian karena komorbit didasarkan pada penyebab penyakit bawaan pasien. Lain halnya kematian yang disebabkan oleh paparan COVID-19. Status kematian karena terpapar COVID-19 memiliki sebagian gejala seperti penyakit bawaan. Hal ini yang menjadikan penyempitan status kematian tersebut akan menjadi merepotkan.

Menyamakan Data Pusat dan Data Daerah

Data terdampak COVID-19 mungkin berjumlah jutaan. Dari satuan poin hingga satuan parameter metadata. Meskipun begitu, akurasi data diperlukan pada masa keadaan genting seperti ini. Gunanya untuk mempercepat Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah untuk mengambil kedaruratan kebijakan.

Orisinalitas data seputar COVID-19 menjadi aset berharga Pemerintah. Keakuratan status-status para terdampak hingga penyintas COVID-19 mendorong Pemerintah RI untuk menstimulus tepat sasaran. Lantas bagaimana apabila akurasi data tersebut lemah? Sebuah pertanyaan yang dilematis untuk dijawab.

Penjelasan mengenai kematian komorbid atau kematian COVID-19 juga diminta dipertegas atas usul beberapa kepala daerah. Penegasan tersebut juga menimbulkan pada kejelasan penggunaan dana, pelayanan kesehatan khusus, hingga dana sosial masyarakat apabila kelak memang terdata sebagai korban COVID-19. Sehingga dapat efektif pemanfaatan dan penyerapan dananya.

Tinggalkan Balasan

×

Halo!

Klik salah satu kontak kami melalui Whatsapp Business atau surel admin@literansel.id

×